Sastra Klasik Hikayat 1001 Malam Vs Bahasa Terkini

Thursday, May 23rd, 2019 - Android

Selamat datang di website kami yang menjadi tempat berbagi informasi terkait dengan perkembangan teknologi terbaru yang mungkin Anda butuhkan, Sastra Klasik Hikayat 1001 Malam Vs Bahasa Terkini.

HIKAYAT 1001 Malam yang disebut sumbangsih peradab-an Islam, saat ini sudah jadi narasi rakyat penjuru dunia. Sastra epik Arab di era kekhalifahan itu sudah berikan dampak yang besar dalam peradaban manusia khususnya dalam bagian kebudayaan.

’Buku ibu’ sastra tradisionil Arab. Seperti itulah beberapa sastrawan dunia menjuluki kitab alf layla wa-layla (hikayat 1001 Malam) . Karya sastra epik Arab paling baik yang benar-benar sensasional itu adalah buah karya beberapa sastrawan Muslim di jaman keemasan. Walau sudah berumur 12 zaman, hikayat 1001 Malam masih miliki dampak yang besar pada budaya Arab atau non-Arab.

Karya sastra epik yang melegenda itu adalah salah satunya bukti andil beberapa sastrawan Muslim di era kekhalifahan untuk jagad sastra dunia. Hikayat 1001 Malam yang demikian sensasional gak sempat mati digilas era. Narasi rakyat yang amat sensasional itu selamanya diwariskan lewat cara turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain dalam peradaban manusia.

Sebenarnya hikayat 1001 Malam adalah himpunan narasi berbingkai yang sambung-menyambung serta memperlihatkan beraneka tokoh yang berlainan. Narasi rakyat yang menceritakan mengenai bermacam legenda, dongeng, fabel, serta roman dengan beraneka latar yang berlainan seperti Baghdad, Basrah, Kairo, Damaskus, Cina, Yunani, India, Afrika Utara serta Turki itu ada pada zaman ke-9 M. Disaat itu, Baghdad ibu kota Dinasti Abbasiyah sudah menjelma jadi metropolis cendekiawan dunia. Kecuali diketahui jadi kota ilmu dan pengetahuan serta peradaban, di jaman kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid (786 M – 803 M) Baghdad juga jadi kota perdagangan yang penting di dunia.

Kota itu jadi tempat persinggahan beberapa saudagar dari bermacam penjuru dunia, seperti India, Cina, Afrika dan Eropa. Konon, pada jaman itu cikal-bakal hikayat 1001 Malam mulai dirajut. Ada beraneka vs mengenai asalmuasal lahirnya karya sastra epik Arab yang termasyhur itu. NJ Dawood serta William Harvey dalam bukunya berjudul Tales from the Thousand and One Nights mengatakan, hikayat 1001 Malam adalah satra epik yang datang dari tiga rumpun kebudayaan dunia, ialah India, Persia, serta Arab.

‘’Masterpieces seni narasi bertutur itu datang dari suatu buku dari Persia yang hilang berjudul Hazar Afsanah (Seribu Legenda) , ’‘ tutur Dawood serta Harvey. Menurut kedua-duanya, buku narasi dari Persia itu lalu ditranslate ke bahasa Arab pada tahun 850 M. Hazar Afsanah, tambah kedua-duanya, berisi mengenai narasi rakyat India serta Persia. ‘’Para pendongeng Muslim yang profesional membumbui serta mengambil narasi itu dengan warna lokal Arab. ’‘ Vs yang lain katakan, hikayat 1001 Malam jadi himpunan ceritera rakyat Arab. Ialah Abu Abdullah bin Abdus Al-Jasyayari seseorang pengarang Muslim terpenting yang membuat serta dan menulis cerita yang legendaris itu. Kitab alf layla wa-layla yang dicatat Al-Jasyayari gagasan ceritanya datang dari Hazar Afsanah yang diterjemahkannya ke bahasa Arab.

Masukan yang lain menjelaskan, do ngeng 1001 Malam yang diketahui dalam ba ha sa Persia berjudul Hezar-o yek sab itu adalah suatu himpunan narasi yang diatur sepanjang bertahun-tahun oleh be begitu banyak pengarang, penerjemah, serta sarjana. Narasi rakyat yang mulai la hir di antara zaman ke-8 M sampai 9 M itu bermula serta berakar dari narasi rakyat Arab serta Yaman Kuno, India Kuno, Asia Kecil Kuno, Persia Kuno, Mesir Kuno, Suriah Kuno, serta jaman kekhalifahan Islam. Narasi rakyat India beri warna dongeng 1001 Malam lewat fabel Sansekerta kuno. Dan, narasi rakyat Baghdad ada dalam hikayat yang disukai banyak orang itu lewat Kekhalifahan Abbasiyah.

Figur Khalifah Harun Ar-Rasyid serta Abu Nuwas – penyair terpenting di jaman kekuasaan Abbasiyah ada dalam narasi rakyat yang demikian melegenda itu. Himpunan narasi rakyat itu membawa cerita mengenai seseorang ratu Sassanid bernama Scheherazade. Dalam dongeng 1001 Malam itu, sang Ratu ceritakan serantai kisah-kisah yang menarik pada suaminya, Raja Shahryar. Narasi buat narasi yang di ceritakan sang ratu pada raja adalah usaha pintar yang dilakukan buat tunda hukuman mati atas dianya. Malam buat malam, Ratu Scheherazade menceritakan pada sang raja.

Scheherezade akhiri kisahnya dengan akhir yang mencekam serta menggantung. Hingga, sang raja dibikin tertarik serta ingin tahu buat dengar lanjutan cerita dari sang ratu. Tiap-tiap cerita yang dikisahkan ratu dapat membetot perhatian raja. Sang raja juga selamanya membatalkan perintah hukuman mati untuk Scheherazade.

 

Baca Artikel Lainnya : teks fabel

 

Hikayat 1001 Malam punya kandungan beraneka narasi seperti, cerita percintaan, tragedi, komedi, syair, ejekan, dan beraneka bentuk erotika. Beberapa cerita yang termuat dalam 1001 Malam pun menggambarkan mengenai jin, tukang sihir, beberapa tempat legendaris yang sering memperlihatkan tempat serta orangorang yang kenyataannya. Khalifah Harun Ar-Rasyid, Abu Nuwas serta Wazir (perdana mentri) Ja’far Al-Barmaki pun jadi tokoh narasi. Popularitas Hikayat 1001 Malam kian mengkilap dikarenakan diramikan dengan kisah-kisah yang lain yang menarik seperti, Aladdin serta Lampu Wasiat, Ali Baba, Sinbad si Pelaut, dan 40 Pencuri.

Akan tetapi, kisah-kisah yang malah narasi rakyat Timur Tengah yang asli itu gak ada dalam kitab alf layla wa-layla vs Arab. Kisah-kisah yang menarik itu malah baru ada dalam The Arabian Nights yang ditranslate seseorang sarjana Prancis bernama Jean Antonie Galland. Galland menyatakan menulis kisah- cerita yang banyak diangkat ke film di beberapa negara itu sehabis mendengarnya dari seseorang penutur narasi asal Aleppo, Suriah bernama Hanna Diab. Hikayat 1001 Malam yang disebut sumbangsih peradaban Islam, saat ini sudah jadi narasi rakyat penjuru dunia. Sastra epik Arab di era kekhalifahan itu sudah berikan dampak yang besar dalam peradaban manusia khususnya dalam bagian kebudayaan.

Dengan deretan cerita yang menarik, hikayat 1001 Malam sudah berikan warna dalam bagian sastra, film, musik serta permainan di beberapa penjuru dunia. Itu yang bikin dongeng 1001 Malam gak lekang digerus era. Selamanya temani perjalanan tiap-tiap generasi umat Manusia.

Dari vs Prancis sampai Portugis

Sebenarnya, Jean Antonie Galland ialah seseorang kolektor yang cinta mencari beberapa benda antik. Pemburuan barang antik yang dilaksanakan sarjana berkebangsaan Prancis itu sudah mengantarnya pada suatu naskah himpunan dongeng Arab yang fantastis. Himpunan dongeng yang dalam bahasa Arab berjudul kitab alf layla wa-laylaitu dapat menarik Galland.

Sang kolektor benda antik itu demikian meyakini naskah himpunan dongeng Arab yang ditemukannya demikian berharga. Dia lalu mengartikan kitab dongeng 1001 Malam yang dtemukannya itu ke bahasa Prancis yang bertopik Les Mille et une nuits, contes arabes traduits en francais (Seribu satu malam narasi Arab yang ditranslate ke bahasa Prancis) .

Dongeng itu ditranslate ke 12 jilid. Galland menerbitkan jilid pertama cerita 1001 Malam itu pada tahun 1704. Dan, dua jilid paling akhir diluncurkan pada tahun 1717. Dalam buku dongeng 1001 malam yang dialihbahasakan ke bahasa Prancis itu, Galland menampung dongeng-dongeng Arab yang lain seperti, Aladin Lampu Ajaib, Ali Baba, 40 Pencuri dan Sinbad si Pelaut. Dongeng itu gak terdaftar dalam kitab 1001 Malam asli vs Arab.

Galland menampung narasi rakyat Timur Tengah itu dari seseorang tukang dongeng dari Allepo, Suriah. Riwayat sastra mencatat, Galland jadi orang pertama yang mengenalkan dongeng 1001 Malam terhadap masya – r akat Eropa. Cerita yang menarik itu juga mendapatkan sambutan hangat dari warga Eropa. Lantaran alihbahasa yang dilakukan, nama Galland juga berkibar di daratan Eropa.

Cerita 1001 Malam vs bahasa Inggris juga lalu ada pada tahun 1885. Ialah penerjemah terpenting bernama Sir Richard Francis Burton yang mengerjakan alih bahasa kitab alf layla wa- laylake dalam bahasa Inggris berjudul The Book of the Thousand Nights and a Night. Pada tahun itu ia menerbitkan 10 volume dongeng 1001 Malam. Lalu, pada tahun 1886 serta 1888 Burton kembali menerbitkan enam volume penambahan dongeng itu.

Hikayat 1001 Malam vs bahasa terkini ditranslate Powys Mathers. Vs terakhir itu didasarkan atas manuskrip Suriah zaman ke-14 M yang ada di Bibliothäque Nationale. Pada tahun 2005, seseorang sarjana Brasil Mamede Mustafa Jarouche mulai menerbitkan Hikayat 1001 Malam dalam bahasa Portugis. Beberapa terakhir ini, hikayat 1001 Malam pun sudah muncul dalam bahasa Indonesia.

Sastra Klasik Hikayat 1001 Malam Vs Bahasa Terkini | hpaja | 4.5